Seandainya Suatu Saat Nanti Kita Ada di Posisi itu!

cinta

lelaki itu telah bosan dengan isterinya, apapun yang isterinya lakukan selalu salah di matanya. isterinya tak secantik dulu, tak seceria dulu, dan juga tak semenarik dulu.

singkat kata, ia sudah tak menginginkan isterinya lagi.

dan kini isterinya itu terbaring sakit di kamar, tak mampu melakukan apapun, untuk dirinya sendiri pun tak bisa, dan lelaki itu -dengan setengah hati- merawatnya.

suatu saat ia merasa sangat lelah dan tak mampu lagi bertahan.

lelaki itu memutuskan untuk pergi, pergi sejauh mungkin dari rumah yang telah ditinggalinya selama berpuluh tahun bersama isterinya itu, menyadari ia tak mungkin merindukan rumahnya, apalagi isterinya. Baca lebih lanjut

Iklan

Kapan Kau Akan Menikahiku?

Pada kenyataan pacaran tak sedikit yang hanya akan menunai kegagalan, kekecewaan dan bahkan bisa sangat menyakitkan. Malah bisa dibilang hanya sedikit yang berakhir di pelaminan. Itupun terjadi (perkawinan) karena sudah melalui proses kegagalan demi kegagalan, kekecewaan demi kekecewaan dan pengkianatan demi pengkianatan. Adapula yang hanya melakukan dengan proses yang cukup singkat saja. Dan kalau boleh dibilang, bahwa pada kenyataannya ternyata pacaran sesungguhnya hanya akan menunai kegagalan, kekecewaan dan bahkan sangat menyakitkan.

Kemudian kalau sudah memahami kenyataan umum yang terjadi, maka tidak ada jalan lain untuk menyadari bahwa pacaran hanyalah sebuah proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang didalamnya terdapat adanya perasaan cinta, kecemburuan, kemungkinan adanya pengkianatan, godaan seksual, kesalahpahaman-kesalahpahaman, rayuan gombal, proses meningkat kemudian menurun, datang dan pergi, awalnya cinta dan berakhir dengan kebencian, dan lain sebagainya

Dengan demikian siapapun juga yang sudah memberanikan diri membangun cintanya dengan pacaran, maka merekapun harus siap untuk dikianati, dilukai, dikibuli, terjerumus pada seks yang sangat mematikan, malu, hilang kepercayaan diri, dan banyak hal lain yang harus siap diterima sebagai sebuah kenyataan akibat irama cinta yang bisa memabukkan ini. Terjerumus pada sex yang mematikan akibat jiwa cinta yang memang akan membawanya ke sana. Terjerumus pada sex yang mematikan, karena tanpa disadarinya kita tahu-tahu sudah terjebak di sana. Terjebak pada aktifitas sex yang sebenarnya belum siap kita terima. Ketidaksadaran terjebak aktifitas sex sebagai arus jiwa cinta, yang pada akhirnya, ternyata sangat menyakitkan. Sangat menyakitkan karena telah ada pengkianatan. Adanya pengkianatan setelah semua terjadi begitu saja.

Begitulah resiko pacaran yang harus disadarinya. Sebab pacaran adalah irama cinta itu sendiri. Dan cinta pastilah akan membawanya pada aktifitas sex. Namun aktifitas sex belum bisa menjamin akan membawanya pada semakin kokohnya cinta. Demikianlah adanya tentang roh cinta itu. Sehingga bisa dikatakan cinta adalah sex, namun sex belum tentu membawanya ke dalam roh cinta. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa pacaran adalah hawa nafsu itu sendiri. Baca lebih lanjut

Cinta Tidak Salah, Tapi Cinta Kita Salah

Cinta Tidak Salah, Tapi Cinta Kita Salah

Kekasih, hatiku penuh diliputi bermacam rasa, bahagia, senang, sedih, sakit bercampur semua.

Rasa bahagia karena kebersamaan kita, bahagia akan cinta yang tumbuh diantara kita.

Rasa senang disaat jalan berdua denganmu, walaupun hanya sesaat dalam pelukanmu.

Rasa sedih karena harus membohongi suamiku, sedih karena mengkhianati janji perkawinanku.

Rasa sakit karena aku merasa kotor, sakit karena efek dari aneka rasa yang kurasakan bersamaan akhirnya membuatku sakit.

Kekasih, di saat bersamamu, disaat dunia serasa hanya milik kita berdua, disaat kita sedang mereguk nikmatnya asmara, kenikmatan andrenalin yang berpacu, kenikmatan surgawi dibumi, disaat itu tetap terlintas nyeri, terlintas takut akankah semua ini akan cepat berakhir, akankan suamiku ataupun istrimu memergoki, akankah terbongkar rahasia sesat kita ini, akankah, akankah, 100 lagi akankah… Baca lebih lanjut

Benarkah Cinta Itu Buta?

Jatuh cinta berjuta indahnya. Biar siang, biar malam terbayang wajahnya.
Jatuh cinta berjuta indahnya. Biar putih, biar hitam manislah namapaknya
Dia jauh, aku cemas tapi hati rindu
Dia dekat Dia dekat aku senang tapi salah tingkah
Dia aktif aku pura-pura jual mahal
Dia diam aku cari perhatian
Oh repotnya
Tertawa, menangis karena jatuh cinta
Oh asyiknya

Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, saya sering membaca buku cerita karangan H.C Andersen. Dimana sang Putri akhirnya selalu hidup berbahagia selamanya dengan sang Pangeran. Tidak ada cerita dimana kedua belah pihak harus saling bertoleransi dan berjuang bahu membahu untuk mempertahan rumah tangga dan menjaga perasaan cinta agar tetap menyala.

Setelah menginjak masa remaja saya baru menyadari cinta itu sesuatu yang bisa bikin hidup saya rumit. Ya, seperti lagunya Jatuh Cinta yang dipopulerkan oleh Eddy Silitonga. Seperti waktu saya jatuh cinta dengan seseorang diawal usia remaja saya, eh dia nya ga punya perasaan yang sama. Reffott…..:-)

Seringkali saya melihat orang yang jatuh cinta, seringkali akal sehatnya jadi kaya sambungan listrik di Medan….byar prêt . Akal sehatnya ga lancar tertutup karena cinta.

Minggu lalu saya baru ngobrol dengan seorang teman lama yang sudah empat tahun ini menduda. Dia menanyakan bagaimana kehidupan pernikahan saya dan apakah saya benar-benar berbahagia dengan pernikahan saya atau kami masih tetap bersama karena alasan lain. Saya jawab bahwa dalam hidup saya membuat cukup banyak keputusan yang ga tepat, tapi saya bersyukur bahwa dalam memilih suami, saya telah mengambil keputusan yang baik. Baca lebih lanjut

SANG MANTAN SUDAH HAPPY LAGI !!

33

SAAT SANG MANTAN SUDAH HAPPY LAGI !!
ooowh DAMN !

Perjalanan cinta memang sulit diduga ke mana arah tujuannya. Sebentar bahagia, di lain waktu Anda dibuat tersedu-sedu olehnya. Apalagi ketika tahu bahwa mantan telah menemukan pengganti Anda, dan lebih parahnya wanita baru itu membuat sang mantan terlihat lebih bahagia dari sebelumnya. Ah crap ! (yes it’s okay, say it out loud ladies).

Minggu sore itu Anda memutuskan untuk berjalan-jalan keliling mal sembari mencari model tas berwarna merah yang sempat Anda lihat di sebuah website fashion beberapa hari yang lalu. Dengan ringan, Anda melenggangkan langkah sambil melayangkan pandangan lebih fokus di setiap etalase butik yang Anda lewati, siapa tahu model tas itu ada di dalam sana. Ritual minggu petang terasa begitu sempurna, mengitari mall sambil ber-window shopping, tak ketinggalan satu small scoop es krim cokelat menemani me time Anda kala itu. Namun, mendadak seluruh “sunday program” tersebut rusak, bagai landscape alam beberapa jam setelah bencana tsunami menghantam, porak poranda! Mendadak secara tidak sengaja, Anda melihat satu sosok pria yang sempat mencerahkan hari-hari Anda dahulu lewat menggandeng seorang wanita dan parahnya sosok tersebut tampak begitu menikmati waktu bersama si wanita, dia terlihat bahagia sekali! Yah benar, sang mantan tak lagi sendiri, padahal hubungan Anda dan dia baru berakhir tiga bulan yang lalu!

Tentu momen itu membuat Anda terkejut bukan main, kerongkongan bagai tercekat berpuluh-puluh biji rambutan di dalamnya, sebab apa yang terjadi berikutnya bagaikan sindrom serangan jantung dadakan, sesak napas, panas dingin, pikiran kalut tak bisa berkonsentrasi meski untuk mengalihkan pandangan barang sejenak, dan jika biasanya pasien serangan jantung langsung pingsan di tempat, kalau Anda justru kaku berdiri seperti habis disiram hujanan air keras tak terperih. Kehadiran Anda yang seorang diri semakin menyempurnakan kesengsaraan Anda kala itu, tak ada siapa-siapa yang dapat menolong bahkan untuk menggengam tangan untuk mencegah Anda pingsan. Pastinya saat itu Anda memilih agar benar-benar terserang stroke saja, biar kondisi itu hilang dan lewat tak berarti. Tiba-tiba Anda pun merasa bagai pecundang sejati, membuat Anda mual dan trauma. Yang paling menyedihkan adalah perasaan kalah yang merebak mulus pada selusur sel tubuh serta pikiran. Ah betapa malangnya Anda!

Apakah Anda pernah mengalami kejadian yang serupa? Jika ya! Tindakan apa yang Anda pilih kala berhadapan dengan situasi tidak mengenakan seperti itu ?

Makna Sebuah Cinta

cinta

Semua orang mendambakan cinta yang terjalin akan indah berseri sepanjang masa. Namun kehangatan api cinta bisa padam, keindahan pesona cinta bisa memudar dan hilang. Oleh karena itu diperlukan pemahaman dan usaha untuk menyalakan api cinta dan mempertahankan keindahan cinta.

KASIH SAYANG adalah esensi dari cinta yang murni. Idealnya adalah keseimbangan dalam memberi dan menerima kasih sayang. Belajarlah untuk menyayangi kekasihmu seperti kamu menyayangi dirimu sendiri. Nyatakanlah kasih sayangmu padanya dengan perhatian, bersikap pengertian, bicara dengan kata-kata yang manis, menghidangkan makanan atau minuman kesukaannya, dsb. Jangan sedih dan kecewa kalau kekasihmu tampak belum sungguh-sungguh menyayangimu. Jangan berhenti menyayanginya, karena cepat atau lambat dia akan merespon kasih sayangmu dengan kasih sayangnya yang murni. Baca lebih lanjut