Seandainya Suatu Saat Nanti Kita Ada di Posisi itu!

cinta

lelaki itu telah bosan dengan isterinya, apapun yang isterinya lakukan selalu salah di matanya. isterinya tak secantik dulu, tak seceria dulu, dan juga tak semenarik dulu.

singkat kata, ia sudah tak menginginkan isterinya lagi.

dan kini isterinya itu terbaring sakit di kamar, tak mampu melakukan apapun, untuk dirinya sendiri pun tak bisa, dan lelaki itu -dengan setengah hati- merawatnya.

suatu saat ia merasa sangat lelah dan tak mampu lagi bertahan.

lelaki itu memutuskan untuk pergi, pergi sejauh mungkin dari rumah yang telah ditinggalinya selama berpuluh tahun bersama isterinya itu, menyadari ia tak mungkin merindukan rumahnya, apalagi isterinya.

mungkin semua orang akan mengatakan dia tak bertanggung jawab, tetapi dia sudah bertahan selama ini, dan kini ia lelah, penat untuk mencoba lagi.

ia pergi tanpa menoleh, ia tak ingin tinggal hanya berdasarkan rasa kasihan.

di persimpangan jalan ia bertemu dengan pasangan yang sedang berjalan bersama, begitu harmonis, seolah mereka telah menghadapi ujian yang berat namun tetap dapat bersama dan bertahan,

dan ia mengingat kembali masa-masa indah yang pernah ia miliki bersama isterinya

dulu, entah berapa masa yang lalu – ia sudah lupa, ia pernah begitu bahagia berjalan dengan isterinya, begitu bangga untuk meneriakkan pada dunia bahwa wanita itu – isterinya – adalah miliknya

dulu, di suatu waktu yang tak lagi diingatnya, ia pernah begitu mencintai isterinya, tak peduli ia akan berubah menjadi monster sekalipun

dulu…

tapi sekarang semua sudah berubah

seolah mendapat suatu pencerahan, lelaki itu bergegas kembali ke rumahnya

dilihatnya sang istri yang tertidur di kamarnya, masih sama seperti yang ditinggalkannya

lalu ia pergi ke dapur, berpikir ingin menyiapkan santapan untuk isterinya saat ia bangun nanti

dengan tersenyum ia menyadari,

ketika ia menyalakan kompor itu dan menyulut sumbunya,

ia juga menyulut kembali sumbu cinta yang pernah mati dalam hatinya.

tahukah kau siapa yang ia temui di persimapangan jalan tadi?

ia adalah cinta sejati.

Iklan

One thought on “Seandainya Suatu Saat Nanti Kita Ada di Posisi itu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s