<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Piepietvieda&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://piepietvieda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://piepietvieda.wordpress.com</link>
	<description>ini adalah official sites Vieda,,.. Sebuah blog untuk anda,,.. Cinta untuk semua sahabat khususnya para wanita yang peduli tentang CINTA dan PENAMPILAN,,..</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Oct 2011 07:19:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='piepietvieda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Piepietvieda&#039;s Weblog</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://piepietvieda.wordpress.com/osd.xml" title="Piepietvieda&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://piepietvieda.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cinta Ada Di Mata Perempuan</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/10/23/cinta-ada-di-mata-perempuan-2/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/10/23/cinta-ada-di-mata-perempuan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Oct 2010 04:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Seorang anak laki-laki kecil bertanya pada ibunya &#8220;Mengapa ibu menangis?&#8221; &#8220;Karena aku perempuan,&#8221; jawab ibu. &#8220;Aku tidak mengerti&#8221;, kata anak laki-laki itu. Ibu lalu memeluk anaknya dan berkata, &#8220;Dan kau tak akan pernah mengerti&#8221;. Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, &#8220;Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?&#8221; &#8220;Semua perempuan menangis tanpa alasan&#8221;, hanya itu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=396&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang anak laki-laki kecil bertanya pada ibunya<br />
&#8220;Mengapa ibu menangis?&#8221;<br />
&#8220;Karena aku perempuan,&#8221; jawab ibu.<br />
&#8220;Aku tidak mengerti&#8221;, kata anak laki-laki itu.<br />
Ibu lalu memeluk anaknya dan berkata,<br />
&#8220;Dan kau tak akan pernah mengerti&#8221;.</p>
<p>Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,<br />
&#8220;Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?&#8221;<br />
&#8220;Semua perempuan menangis tanpa alasan&#8221;, hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.</p>
<p>Anak itu pun tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, dan ia tetap ingin tahu mengapa perempuan menangis. Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan bertanya, &#8220;Tuhan, mengapa perempuan sangat mudah menangis?&#8221;<span id="more-396"></span></p>
<p>Tuhan berkata:<br />
&#8220;Ketika Aku menciptakan perempuan, ia diharuskan untuk menjadi sosok yang istimewa.<br />
Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, cukup lembut untuk memberikan kenyamanan. Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya.</p>
<p>&#8220;Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.</p>
<p>&#8220;Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.</p>
<p>&#8220;Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalan dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya.</p>
<p>&#8220;Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakitinya, tetapi kadang menguji kekuatan dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.</p>
<p>&#8220;Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan.</p>
<p>&#8220;Kau tahu, kecantikan perempuan bukanlah pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau cara ia menata rambutnya.</p>
<p>&#8220;Kecantikan perempuan harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya &#8211; tempat cinta berada.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=396&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/10/23/cinta-ada-di-mata-perempuan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jika Ia Sebuah CINTA</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/08/10/jika-ia-sebuah-cinta/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/08/10/jika-ia-sebuah-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 00:49:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[ia tidak mendengar&#8230; namun senantiasa bergetar&#8230;. Jika itu sebuah cinta.. Memang sakit melihat orang yang ku cintai .. Berbahagia dengan orang lain .. Tapi lebih sakit lagi kalau orang ku cintai itu .. Tidak berbahagia bersama ku.. Jika itu cinta.. Ia sering kali lari bila kita cari.. Namun cinta juga sering kita biarkan pergi .. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=378&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:left;"><a href="http://piepietvieda.files.wordpress.com/2010/08/dsc029272.jpg"><img class="size-medium wp-image-379 aligncenter" title="DSC02927" src="http://piepietvieda.files.wordpress.com/2010/08/dsc029272.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><br />
ia tidak mendengar&#8230;<br />
namun senantiasa bergetar&#8230;.</p>
<p>Jika itu sebuah cinta..<br />
Memang sakit melihat orang yang ku cintai ..<br />
Berbahagia dengan orang lain ..<br />
Tapi lebih sakit lagi kalau orang ku cintai itu ..<br />
Tidak berbahagia bersama ku..</p>
<p>Jika itu cinta..<br />
Ia sering kali lari bila kita cari..<br />
Namun cinta juga sering kita biarkan pergi ..<br />
Saat dia menghampiri. .</p>
<p>Jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
Ia tidak buta..<br />
Namun senantiasa melihat dan merasa..</p>
<p>Jika itu cinta..<br />
Maka jika ku jatuh aku tidak terhuyung-huyung. .<br />
Konsisten tapi tidak memaksa..<br />
Berbagi dan tidak bersikap tidak adil..<br />
Mengerti dan mencoba untuk tidak banyak menuntut..<br />
Sedih tapi tidak pernah menyimpan kesedihan itu.<br />
<span id="more-378"></span><br />
Jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
Ia tidak menyiksa..<br />
Namun senantiasa menguji&#8230;</p>
<p>JIka itu cinta<br />
Ia seperti kupu-kupu. ..<br />
Tambah dikejar, tambah lari..<br />
Tapi kalau dibiarkan terbang..<br />
Dia akan datang di saat kamu tidak mengharapkannya. .</p>
<p>Jika itu cinta..<br />
Aku seharusnya dapat melepaskannya<br />
Untuk merelakannya. .<br />
Berbahagia dengan yg lain..</p>
<p>Jika itu Cinta ..<br />
Maka cinta akan berharga ..<br />
kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. .</p>
<p>Jika itu cinta..<br />
Bukan bagaimana menjadi pasangan yg sempurna&#8230;<br />
Tapi membiarkan kita menjadi diri sendiri..<br />
Dan oleh karenanya kita menjadi sempurna..</p>
<p>Jika ia sebuah cinta&#8230;<br />
Ia tidak memaksa..<br />
Namun senantiasa berusaha..</p>
<p>Jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
Ia tidak cantik atau ganteng..<br />
Namun senantiasa menarik..</p>
<p>Jika ia cinta..<br />
Bukan karena kau cantik atau ganteng..<br />
Maka aku mencintaimu. .<br />
Tapi karena aku mencintaimu. .<br />
Maka kau selalu terlihat cantik dan ganteng..</p>
<p>Jika itu cinta..<br />
Ia akan mulai dengan senyuman,<br />
Tumbuh dalam pelukan<br />
Dan siap jika harus berakhir dengan airmata.</p>
<p>Jika itu cinta<br />
Ia tidak berkata, &#8220;Ini salah kamu&#8221;,<br />
Tapi &#8216;Maafkan aku&#8221;.<br />
Bukan juga &#8216; Kamu dimana sih?&#8221;,<br />
Tapi &#8221; Aku disini &#8220;.<br />
Tidak berkata &#8221; Gimana sih kamu?&#8221;<br />
Melainkan &#8220;Aku mengerti kok&#8221;.<br />
Bukan &#8220;Harusnya kamu gak kayak gini&#8221;,<br />
Tapi &#8220;Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya&#8221;.</p>
<p>Jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
Ia tidak datang dengan kata-kata..<br />
Namun senantiasa menghampiri dengan hati..</p>
<p>Jika itu cinta..<br />
Memang menyakitkan ketika aku tak dapat bersatu dengannya<br />
Tapi akan lebih menyakitkan lagi<br />
Apabila dia tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan..</p>
<p>Jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
Ia tidak terucap dengan kata..<br />
Namun senantiasa hadir dengan sinar mata..</p>
<p>Jika itu cinta..<br />
Memang menyakitkan mencintai orang yang tidak mencintaimu. .<br />
Namun lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang..<br />
Dan engkau tidak pernah punya keberanian untuk menyatakan cintamu padanya..</p>
<p>Jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
Ia tidak hanya berjanji..<br />
Namun senantiasa mencoba dan memenuhi..</p>
<p>Jika itu cinta..<br />
Maka itu hanya sekeping..<br />
Tidak seperti mata dan telinga..<br />
Yang hampir selalu berpasang pasangan..<br />
Karena Tuhan memberikan sekeping hati lainnya..<br />
Pada seseorang untuk kita mencarinya, itulah Cinta.</p>
<p>Jika ia sebuah cinta&#8230;..<br />
Ia mungkin tidak suci..<br />
Namun senantiasa tulus..</p>
<p>Jika itu Cinta&#8230;<br />
Engkau masih bisa tersenyum ..<br />
Dan berkata aku turut berbahagia untukmu..<br />
Ketika dia memilih mencintai orang lain..</p>
<p>Jika ia sebuah Cinta&#8230;..<br />
Ia tidak hadir karena permintaan..<br />
Namun hadir karena ketentuan&#8230;</p>
<p>Jika itu Cinta<br />
Ia datang kepada orang yang masih punya harapan ..<br />
Walaupun ia pernah dikhianati..</p>
<p>Jika itu Cinta..<br />
Ia hadir kepada mereka yang masih percaya&#8230;<br />
Walaupun ia pernah dicampakkan. .</p>
<p>Jika itu Cinta..<br />
Ia tumbuh di hati mereka yang masih ingin mencintai..<br />
Walaupun ia pernah dihempaskan</p>
<p>JIka itu Cinta..<br />
Ia berkembang di relung hati ..<br />
Mereka yang punya keberanian dan keyakinan ..<br />
Untuk membangun kembali kepercayaan. .</p>
<p>Jika ia sebuah Cinta&#8230;..<br />
Ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan&#8230;<br />
Namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan&#8230;</p>
<p>Jika itu Cinta..<br />
Ia akan membiarkan orang yang kamu cintai ..<br />
Menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya ..<br />
Menjadi gambaran yang kamu kehendaki..</p>
<p>~~YA TUHAN, ajarkan aku mencintai orang lain, walaupun dia sudah menyakiti bahkan memilih untuk tidak bersamaku.</p>
<p>Berkorban tapi tidak menuntut;<br />
Memberi tapi tidak memaksa;<br />
Mencintai tanpa pamrih;</p>
<p>MAMPUKAH AKU? MAMPUKAN AKU TUHAN..</p>
<p>Supaya dapat..berkorban tapi tidak menuntut,,..<br />
Memberi tapi tidak memaksa,,..<br />
Mencintai tanpa pamrih,,..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/378/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/378/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/378/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=378&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/08/10/jika-ia-sebuah-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://piepietvieda.files.wordpress.com/2010/08/dsc029272.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">DSC02927</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Daftar Kebaikan</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/08/10/daftar-kebaikan/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/08/10/daftar-kebaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 00:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=370</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang guru meminta kepada para muridnya untuk membuat daftar semua nama murid di kelas itu pada dua lembar kertas, dan memberikan tempat kosong di setiap nama. Kemudian ia meminta mereka untuk memikirkan hal yang terbaik mengenai teman mereka dan menuliskannya. Tugas itu ternyata menyita sisa waktu pelajaran untuk diselesaikan, dan ketika para murid [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=370&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Suatu hari seorang guru meminta kepada para  muridnya untuk membuat daftar semua nama murid di kelas itu pada dua  lembar kertas, dan memberikan tempat kosong di setiap nama. Kemudian ia  meminta mereka untuk memikirkan hal yang terbaik mengenai teman mereka  dan menuliskannya.</p>
<p>Tugas itu ternyata menyita sisa waktu  pelajaran untuk diselesaikan, dan ketika para murid meninggalkan kelas,  setiap orang menyerahkan hasilnya. Sabtu itu, sang guru menuliskan nama  dari setiap murid di kertas yang terpisah, lalu membuat daftar apa yang  telah dikatakan oleh murid yang lain mengenai murid itu. Dan pada hari  Senin, ia memberikan setiap murid daftarnya. Tidak lama kemudian,  seluruh kelas mulai tersenyum.</p>
<p>&#8220;Sungguh?&#8221; ia mendengar suara bisik-bisik.</p>
<p>&#8220;Aku  tidak tahu bahwa aku berarti untuk orang lain!&#8221; dan, &#8220;Aku tidak tahu  kalau yang lain sangat menyukaiku.&#8221; Begitulah komentar yang didengar  oleh sang guru.<span id="more-370"></span></p>
<p>Tidak ada orang yang menyinggung daftar itu di  kelas lagi. Ia tidak pernah tahu apakah para murid membicarakannya di  luar kelas atau kepada para orang tua mereka, tetapi tidak masalah.  Latihan itu telah sampai tujuannya. Para murid sangat bahagia dengan  komentar itu dan menyukai satu sama lainnya.</p>
<p>Beberapa tahun  kemudian, salah seorang dari murid itu tewas terbunuh di VietNam dan  gurunya menghadiri pemakaman murid itu. Ia tidak pernah melihat seorang  tentara di dalam peti jenazah militer sebelumnya. Muridnya itu sangat  tampan, sangat dewasa. Seluruh gereja dipenuhi oleh teman-temannya. Satu  persatu yang mencintainya menghampiri peti jenazah itu. Sang guru  adalah orang yang terakhir yang mengucapkan salam perpisahan. Ketika ia  berdiri di sana, salah seorang dari tentara yang bertugas sebagai  pengangkut peti jenazah itu menghampirinya.</p>
<p>&#8220;Apakah kamu guru matematikanya Mark?&#8221; tanyanya. Sang guru mengangguk,</p>
<p>&#8220;iya.&#8221; Kemudian tentara itu melanjutkan : &#8220;Mark banyak membicarakan dirimu.&#8221;</p>
<p>Setelah  pemakaman, bekas teman sekelas Mark bersama-sama pergi ke tempat makan  siang. Ayah dan ibu Mark ada di sana, sangat jelas terlihat bahwa mereka  tidak sabar untuk berbicara dengan guru Mark.</p>
<p>&#8220;Kami ingin memperlihatkan sesuatu kepadamu,&#8221; kata ayah Mark, sambil mengambil dompet dari sakunya.</p>
<p>&#8220;Mereka menemukan benda ini pada Mark ketika ia tewas. Kami kira Anda mungkin akan mengenalinya.&#8221;</p>
<p>Sambil  membuka dompet itu, ayah Mark dengan sangat hati-hati mengeluarkan dua  lembar kertas yang sudah diisolasi, dilipat berkali-kali. Sang guru  langsung mengenalinya, bahwa kertas itu adalah kertas yang dibuat  olehnya berisikan daftar kebaikan Mark yang ditulis oleh teman-teman  sekelasnya.</p>
<p>&#8220;Terima kasih karena telah melakukan hal itu,&#8221; ibu Mark berkata.</p>
<p>&#8220;Seperti yang Anda lihat, Mark menyimpannya sebagai salah satu hartanya.&#8221;</p>
<p>Semua  mantan teman sekelas Mark mulai berkumpul. Charlie tersenyum dengan  malu-malu sambil berkata, &#8220;Aku juga masih menyimpan daftarku. Daftarku  itu berada di bagian atas laci meja belajarku di rumah.&#8221;</p>
<p>Istri Chuck berkata, &#8220;Chuck memintaku untuk meletakkannya di album pernikahan kami.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku juga memilikinya,&#8221; kata Marilyn.</p>
<p>&#8220;Daftarku ada dalam buku harianku.&#8221;</p>
<p>Kemudan  Vicki, teman sekelas yang lain, mengambil buku sakunya, kemudian  mengeluarkan dompetnya dan memperlihatkan daftarnya yang sudah kusam dan  lecek kepada yang lain.</p>
<p>&#8220;Aku membawanya bersamaku setiap  waktu,&#8221; ujar Vicki, lalu sambungnya : &#8220;Aku rasa kita semua menyimpan  daftar kita masing-masing.&#8221;</p>
<p>Pada saat itu, sang guru terduduk dan  menangis. Ia menangis karena Mark dan seluruh temannya tidak akan  mungkin melihat Mark kembali.</p>
<p>===========================<br />
<span style="color:#0000ff;"><strong>Begitu  banyak orang yang datang dan pergi di kehidupan kita dan kita tidak  mengetahui kapan hari itu akan tiba. Jadi katakanlah kepada orang yang  Anda kasihi dan cintai, bahwa mereka sangat penting dan spesial dalam  kehidupan Anda. Katakanlah kepada mereka sebelum terlambat.</strong></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/370/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/370/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/370/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=370&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/08/10/daftar-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Aku Bisa Menyayangimu?</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/01/30/bagaimana-aku-bisa-menyayangimu/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/01/30/bagaimana-aku-bisa-menyayangimu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 08:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda akan terheran-heran sendiri dengan perasaan Anda. &#8220;Bagaimana bisa menyukai seseorang tanpa sebab?&#8221; Pastinya ada penyebab hingga akhirnya Anda menyukai sosok itu. Sebagian orang menyebutnya sebagai perasaan &#8220;misterius&#8221; atau &#8220;aneh&#8221;. Memang aneh dan misterius, karena begitulah cinta, misterius dan kadang bisa terjadi diluar nalar. Pada waktunya nanti, Anda sendiri yang akan menemukan jawabannya, mengapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=367&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin Anda akan terheran-heran sendiri dengan perasaan Anda. &#8220;Bagaimana bisa menyukai seseorang tanpa sebab?&#8221; Pastinya ada penyebab hingga akhirnya Anda menyukai sosok itu. Sebagian orang menyebutnya sebagai perasaan &#8220;misterius&#8221; atau &#8220;aneh&#8221;. Memang aneh dan misterius, karena begitulah cinta, misterius dan kadang bisa terjadi diluar nalar.</p>
<p>Pada waktunya nanti, Anda sendiri yang akan menemukan jawabannya, mengapa Anda sampai menaruh hati pada pria pujaan Anda. Entah hanya perasaan simpati atau jatuh cinta, sebaiknya nikmati saja perasaan yang bisa membuat Anda berbunga-bunga setiap kali melihat sosoknya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=367&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/01/30/bagaimana-aku-bisa-menyayangimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hubungan Tanpa Status</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/01/04/hubungan-tanpa-status/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/01/04/hubungan-tanpa-status/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 11:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Hubungan tanpa Status atau HTS memang sering membuat kita bingung, walaupun kita nyaman menjalaninya,, tetapi akhirnya menjadi dilema tersendiri&#8230;bimbang akan hubungan yang dijalaninya itu&#8230;. Mungkin kamu pernah mengalami hubungan tanpa status ini, Nah, untuk kamu yang bingung akan HTS ini, dan gak mau sampai sakit hati diantara kalian, coba ikuti beberapa aturan menurut SheKnows dibawah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=362&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hubungan tanpa Status atau HTS memang sering membuat kita bingung, walaupun kita nyaman menjalaninya,, tetapi akhirnya menjadi dilema tersendiri&#8230;bimbang akan hubungan yang dijalaninya itu&#8230;.</p>
<p>Mungkin kamu pernah mengalami hubungan tanpa status ini, Nah, untuk kamu yang bingung akan HTS ini, dan gak mau sampai sakit hati diantara kalian, coba ikuti beberapa aturan menurut SheKnows dibawah ini.<span id="more-362"></span></p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Just for fun</span><br />
Menjalani sebuah hubungan tanpa status, anda tak berhak marah ketika si dia menghilang dari hadapan anda, begitu juga sebaliknya. Agar anda tak merasa sakit hati saat ditinggalkan, tanamkan dalam hati bahwa hubungan ini sekadar &#8216;just for fun&#8217; saja.<br />
<span style="color:#ff00ff;"><br />
Hindari janji palsu</span><br />
Memberikan si dia sebuah janji sama saja anda memberinya sebuah harapan palsu. Dalam hubungan tanpa status, ada baiknya kalian berdua menghindari memberi janji palsu. Terlebih jika anda menyadari bahwa tak akan mampu untuk mewujudkannya.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Tak ada cemburu</span><br />
Jangan beri kesempatan rasa cemburu menguasai hati dan pikiran anda, sehingga tak perlu merasa sakit hati ketika si dia dekat dengan orang lain begitu pula sebaliknya. Jika si dia cemburu, ingatkan bahwa kalian hanya menjalin sebuah hubungan tanpa status, tanpa ada ikatan yang jelas. Jadi sudah sewajarnya rasa cemburu tak boleh merasuki hati kalian berdua.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Jangan terlalu berharap</span><br />
Jika anda berharap dari hubungan yang tidak memiliki kepastian sudah pasti anda salah. Oleh karena itu, tak perlu menggantungkan harapan anda pada pasangan begitu tinggi, karena anda tahu dengan pasti bahwa si dia belum tentu bisa memenuhi semua harapan-harapan anda pada dirinya.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Hindari sentuhan fisik</span><br />
Dari awal membina hubungan, sebaiknya aturan tak adanya sentuhan fisik harus ditegaskan. Konon, sentuhan bisa membuat salah satu pasangan tak lagi menjalani hubungan &#8216;just for fun&#8217; melainkan akan memacu tumbuhnya benih-benih cinta diantara kalian berdua. Terkecuali jika secara refleks anda memukul lengan si dia saat bercanda.</p>
<p><span style="color:#ff00ff;">Semoga tips diatas dapat membantu kita agar tidak mengalami sakit hati dalam menjalani hubungan tanpa status.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=362&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/01/04/hubungan-tanpa-status/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seandainya Suatu Saat Nanti Kita Ada di Posisi itu!</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/01/04/seandainya-suatu-saat-nanti-kita-ada-di-posisi-itu/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/01/04/seandainya-suatu-saat-nanti-kita-ada-di-posisi-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 11:09:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[lelaki itu telah bosan dengan isterinya, apapun yang isterinya lakukan selalu salah di matanya. isterinya tak secantik dulu, tak seceria dulu, dan juga tak semenarik dulu. singkat kata, ia sudah tak menginginkan isterinya lagi. dan kini isterinya itu terbaring sakit di kamar, tak mampu melakukan apapun, untuk dirinya sendiri pun tak bisa, dan lelaki itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=356&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="padding-left:240px;"><img class="headimg" src="http://ngerumpi.com/images/small/4394-cinta.jpg" alt="cinta" width="270" height="178" /></p>
<p>lelaki itu telah bosan dengan isterinya, apapun yang isterinya lakukan selalu salah di matanya. isterinya tak secantik dulu, tak seceria dulu, dan juga tak semenarik dulu.</p>
<p>singkat kata, ia sudah tak menginginkan isterinya lagi.</p>
<p>dan kini isterinya itu terbaring sakit di kamar, tak mampu melakukan apapun, untuk dirinya sendiri pun tak bisa, dan lelaki itu -dengan setengah hati- merawatnya.</p>
<p>suatu saat ia merasa sangat lelah dan tak mampu lagi bertahan.</p>
<p>lelaki itu memutuskan untuk pergi, pergi sejauh mungkin dari rumah yang telah ditinggalinya selama berpuluh tahun bersama isterinya itu, menyadari ia tak mungkin merindukan rumahnya, apalagi isterinya.<span id="more-356"></span></p>
<p>mungkin semua orang akan mengatakan dia tak bertanggung jawab, tetapi dia sudah bertahan selama ini, dan kini ia lelah, penat untuk mencoba lagi.</p>
<p>ia pergi tanpa menoleh, ia tak ingin tinggal hanya berdasarkan rasa kasihan.</p>
<p>di persimpangan jalan ia bertemu dengan pasangan yang sedang berjalan bersama, begitu harmonis, seolah mereka telah menghadapi ujian yang berat namun tetap dapat bersama dan bertahan,</p>
<p>dan ia mengingat kembali masa-masa indah yang pernah ia miliki bersama isterinya</p>
<p>dulu, entah berapa masa yang lalu &#8211; ia sudah lupa, ia pernah begitu bahagia berjalan dengan isterinya, begitu bangga untuk meneriakkan pada dunia bahwa wanita itu &#8211; isterinya &#8211; adalah miliknya</p>
<p>dulu, di suatu waktu yang tak lagi diingatnya, ia pernah begitu mencintai isterinya, tak peduli ia akan berubah menjadi monster sekalipun</p>
<p>dulu&#8230;</p>
<p>tapi sekarang semua sudah berubah</p>
<p>seolah mendapat suatu pencerahan, lelaki itu bergegas kembali ke rumahnya</p>
<p>dilihatnya sang istri yang tertidur di kamarnya, masih sama seperti yang ditinggalkannya</p>
<p>lalu ia pergi ke dapur, berpikir ingin menyiapkan santapan untuk isterinya saat ia bangun nanti</p>
<p>dengan tersenyum ia menyadari,</p>
<p>ketika ia menyalakan kompor itu dan menyulut sumbunya,</p>
<blockquote><p><em><strong><span style="color:#ff00ff;">ia juga menyulut kembali sumbu cinta yang pernah mati dalam hatinya.</span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="color:#ff00ff;">tahukah kau siapa yang ia temui di persimapangan jalan tadi?</span></strong></em></p>
<p><em><strong><span style="color:#ff00ff;">ia adalah cinta sejati.</span></strong></em></p>
</blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=356&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2010/01/04/seandainya-suatu-saat-nanti-kita-ada-di-posisi-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ngerumpi.com/images/small/4394-cinta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Kau Akan Menikahiku?</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/03/14/kapan-kau-akan-menikahiku/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/03/14/kapan-kau-akan-menikahiku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 09:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Pada kenyataan pacaran tak sedikit yang hanya akan menunai kegagalan, kekecewaan dan bahkan bisa sangat menyakitkan. Malah bisa dibilang hanya sedikit yang berakhir di pelaminan. Itupun terjadi (perkawinan) karena sudah melalui proses kegagalan demi kegagalan, kekecewaan demi kekecewaan dan pengkianatan demi pengkianatan. Adapula yang hanya melakukan dengan proses yang cukup singkat saja. Dan kalau boleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=348&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pada kenyataan pacaran tak sedikit yang hanya akan menunai kegagalan, kekecewaan dan bahkan bisa sangat menyakitkan. Malah bisa dibilang hanya sedikit yang berakhir di pelaminan. Itupun terjadi (perkawinan) karena sudah melalui proses kegagalan demi kegagalan, kekecewaan demi kekecewaan dan pengkianatan demi pengkianatan. Adapula yang hanya melakukan dengan proses yang cukup singkat saja. Dan kalau boleh dibilang, bahwa pada kenyataannya ternyata pacaran sesungguhnya hanya akan menunai kegagalan, kekecewaan dan bahkan sangat menyakitkan.</strong></p>
<p>Kemudian kalau sudah memahami kenyataan umum yang terjadi, maka tidak ada jalan lain untuk menyadari bahwa pacaran hanyalah sebuah proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang didalamnya terdapat adanya perasaan cinta, kecemburuan, kemungkinan adanya pengkianatan, godaan seksual, kesalahpahaman-kesalahpahaman, rayuan gombal, proses meningkat kemudian menurun, datang dan pergi, awalnya cinta dan berakhir dengan kebencian, dan lain sebagainya</p>
<p>Dengan demikian siapapun juga yang sudah memberanikan diri membangun cintanya dengan pacaran, maka merekapun harus siap untuk<strong> dikianati, dilukai, dikibuli, terjerumus pada seks yang sangat mematikan, malu, hilang kepercayaan diri,</strong> dan banyak hal lain yang harus siap diterima sebagai sebuah kenyataan akibat irama cinta yang bisa memabukkan ini. Terjerumus pada sex yang mematikan akibat jiwa cinta yang memang akan membawanya ke sana. Terjerumus pada sex yang mematikan, karena tanpa disadarinya kita tahu-tahu sudah terjebak di sana. Terjebak pada aktifitas sex yang sebenarnya belum siap kita terima. Ketidaksadaran terjebak aktifitas sex sebagai arus jiwa cinta, yang pada akhirnya, ternyata sangat menyakitkan. <strong>Sangat menyakitkan karena telah ada pengkianatan. Adanya pengkianatan setelah semua terjadi begitu saja.</strong></p>
<p><img src="http://community.kompas.com/photo/image/1cinta4.jpg" alt="" width="630" height="426" align="middle" /></p>
<p>Begitulah resiko pacaran yang harus disadarinya. Sebab pacaran adalah irama cinta itu sendiri. Dan cinta pastilah akan membawanya pada aktifitas sex. Namun aktifitas sex belum bisa menjamin akan membawanya pada semakin kokohnya cinta. Demikianlah adanya tentang roh cinta itu. Sehingga bisa dikatakan cinta adalah sex, namun sex belum tentu membawanya ke dalam roh cinta. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa pacaran adalah hawa nafsu itu sendiri.<span id="more-348"></span></p>
<p><em>Jadi, adalah pembohong besar !  jika udah jadian berbulan-bulan dan sudah ke sana ke mari berduaan, namun belum pernah ciuman, meraba-raba dan seterusnya. Apalagi sudah berjalan 6 bulan atau 1 tahun lebih, maka pembohonglah !, kalau mereka mengatakan kalau aktifitas pacaran mereka hanyalah dilakukan dengan hanya ngobrol-ngobrol saja.</em></p>
<p>Perlu juga diketahui bahwa pacaran adalah perkembangan. Maka pacaran tanpa perkembangan maka pastilah akan menunai keretakan. Sebagaimana sifat manusia, manusia tidaklah mungkin hanya merasa cukup melakukan sesuatu yang pernah berulang-ulang dilakukannya. Mereka pastilah menuntut lebih dan lebih, tentang apa yang telah didapatkannya. Demikian juga dengan pacaran, mungkin bisa saja awalnya hanya dilakukan dengan ngobrol-ngobrol belaka, akan tetapi tidaklah mungkin tanpa kelanjutan dan perkembangan. Memang awalnya ngobrol-ngobrol saja, kemudian bergandengan tangan, kemudian berangkulan pinggang, demikian seterusnya dan seterusnya, sehingga hibungan sex hanya tinggal menunggu waktu saja. Untuk itu, disadari ataupun tidak disadarinya, proses itu pastilah akan terkembang.</p>
<p>Ada juga sebagian dari mereka, karena hawa nafsu sudah menggebu-nggebu, maka merekapun memutuskan untuk segera menikah. Tapi ada juga yang berani melakukannya, walaupun akhirnya menuai perasaan bersalah dan was-was, akibat dilakukannya diluar pernikahan. Ya, beruntunglah kalau berakhir dipelaminan. Tapi kalau tidak, maka akan hancurlah salah satunya. Sebab itulah cinta yang ada dipertemuan dua anak manusia, maka hawa nafsu di sana akan bekerja dengan sendirinya. Hawa nafsu yang menuntunnya untuk berbicara. Untuk berbicara, sebagaimana jiwa cinta yang sedang berada diantara mereka</p>
<p><strong>Pacaran Sangatlah sulit terhindar dari hawa nafsu !</strong></p>
<p>Untuk itu menjadi sangatlah sulit menghindarkan pacaran dari hawa nafsu. Sebab begitulah Tuhan menciptakan dua anak manusia yang akan dipertemukan dengan daya tarik cinta di dalamnya. Daya tarik cinta, sehingga mereka tetap bisa berkembang dan mampu mempertahankan keberadaannya sebagai manusia. Sebab tanpa adanya daya tarik cinta, maka pastilah sudah habis riwayat manusia sejak dulu diciptakannya. Dengan demikian, adanya manusia sampai sekarang ini, tak lepas dari peranan cinta yang ada di dalamnya. Maka, berharap akan keberadaan manusia, haruslah ada cinta yang menyertainya. Maha Bijaksana Tuhan yang memang telah berkehendak menciptakan manusia dengan penuh rasa cinta di dalamnya.</p>
<p>Di balik Tuhan memberikan rasa cinta pada manusia, maka di sanalah hawa nafsu itu menjadi bisa dirasa. Dan jiwa cinta adalah hawa nafsu itu sendiri. Jadi, adanya cinta tanpa hawa nafsu didalamnya, adalah hampa dan takkan pernah menjadi apa-apa. Dan hawa nafsu tanpa cinta, yang akan terjadi hanyalah kehancuran dan kerusakan belaka.</p>
<p>Untuk ini, menjadi tidaklah mungkin mampu menghindar dari hawa nafsu, ketika dua insan manusia bertemu oleh sebab landasan cinta. Sehingga bertemunya dua insan manusia dengan alasan cinta, bersiap-siaplah mengendalikan hawa nafsu yang akan berperan di dalamnya. Mengendalikan hawa nafsu cinta yang begitu sangat menggoda. Selanjutnya dua anak manusia yang sedang dirundung cinta itu, selaras dengan intensitas pertemuaan dan kurun waktu yang terkembang, tidaklah mungkin akan merasa cukup hanya sekedar tatap muka dan ngobrol-ngobrol tanpa makna. Mereka pastilah akan terdorong melakukan tahapan-tahapan cinta yang dituntun oleh kuatnya hawa nafsu cinta.</p>
<p>Dengan demikian, siapapun yang ingin menghendaki berhentinya tahapan cinta, maka merekapun haruslah rela mengakhiri perjalanan cinta mereka. Dan, siapapun yang berusaha mempertahankan perjalanan cintanya, maka merekapun harus siap dituntun oleh hawa nafsu cinta pada tahapan-tahapan selanjutnya. Suatu tahapan cinta yang tidaklah mungkin yang itu-itu saja. Tahapan cinta yang tak mungkin dialihkan dari nafsu cinta yang ada. Tahapan cinta yang awalnya cukup dengan ngobrol-ngobrol belaka. Dan tahapan cinta yang pada akhirnya akan menuntun mereka pada hubungan yang lebih jauh ( misal, hubungan sex ). Ini tidaklah mungkin bisa dicegah kalau ingin cinta mereka terus terjaga. Ini tidaklah mungkin dibendung, kalau masih menginginkan cintanya bersemayam di hati mereka. Sebab itulah cinta yang didalamnya ada hawa nafsu manusia. Hawa nafsu manusia sedemikian rupa, supaya manusia terus ada keberadaannya.</p>
<p><img src="http://community.kompas.com/photo/image/1cinta5.jpg" alt="" width="630" height="422" align="middle" /></p>
<p><strong>Yang bisa dilakukan dalam berpacaran </strong></p>
<p>Sebelumnya, jujur saja, berat rasanya kami harus mengulas tentang kenyataan ini ( tentang pacaran). Namun, menurut kami, tidak ada salahnya ini bisa dijadikan bahan renungan ataupun sesuatu yang ideal, yang mungkin bisa dilakukan untuk menghindar dari kejamnya jiwa cinta itu sendiri. Kejamnya jiwa cinta yang sangat mungkin terjadi akibat pertemuan dua anak manusia yang sedang dimabuk cinta. Kejamnya cinta yang harus menerima pengkianatan dari salah satunya.</p>
<p>Kejamnya cinta, yang ternyata tanpa disadarinya telah menjebak mereka pada hubungan (sex) yang belum siap diterimanya. Kejamnya cinta, karena harus menanggung malu dibuatnya. Kejamnya cinta yang mampu menghancurkan hati yang punya. Kejamnya cinta yang mampu membuat mereka mengakhiri hidupnya. Kejamnya cinta akibat tidak tahu harus berbuat bagaimana tentangnya. Sebab begitulah hawa nafsu cinta yang akan menuntunnya !</p>
<p>Sungguh berat ! untuk menyampaikan ini semua. Sebab kami menyadari ini seakan kolot dan puritan adanya. Terlalu kaku dan sempit pemikirannya. Namun mau apa dikata, sampai saat ini, kami tidak melihat jalan lain yang lebih aman untuk dilakukan dan dinikmati pelajarannya. Sekali lagi, mohon maaf lah !</p>
<p><strong>Harus ada kesadaran menerima perpisahan ?</strong></p>
<p>Awalnya harus ada kesadaran bahwa pendekatan karena cinta hanyalah sebuah pembelajaran. Sebuah pembelajaran akan adanya pertemuan dan perpisahan. Untuk ini haruslah disadari apa yang akan terjadi yang bisa ditoleransi mereka berdua. Sehingga, jika ternyata harus ada perpisahan (ketidak cocokan salah satunya), maka tidak ada yang merasa disakiti dan dirugikan karenanya. Ditoleransi aktifitas cinta apa saja yang tidak harus meninggalkan luka yang begitu berat dirasa. Dan kemudian, merekapun harus rela menerima perpisahan, kenangan, dan aktifitas cinta yang terjadi tersebut, seandainya mereka harus berpisah karenanya. Sebab itulah makna adanya pertemuan cinta</p>
<p>Tentu saja hal diatas tidak akan menjadikan trauma salah satunya, akibat perbuatan yang sangat merugikan satu atau kedua belah pihak. Untuk ini, perbuatan atau aktifitas apa saja yang mungkin perlu dibatasi dalam masa itu (pacaran atau pendekatan yang berlandaskan cinta). Aktifitas dan perbuatan apa saja yang bisa ditoleransi mereka berdua akibat adanya hawa nafsu cinta itu. Sehingga jika harus terjadi perpisahan, mereka dengan sadar menerimanya. Menerimanya oleh akibat ketidakcocokan yang muncul karenanya. Menerimanya sebagai proses pembelajaran untuk berpisah atau dilanjutkan ke pelaminan !</p>
<p><img src="http://community.kompas.com/photo/image/1cinta6.jpg" alt="" width="630" height="476" align="middle" /></p>
<p><strong>Harus ada batasan waktu untuk memutuskan ?</strong></p>
<p>Singkatnya, kalau rentang pacaran sudah mendorong perbuatan yang membahayakan, maka sudah sepantasnyalah untuk segera diputuskan. Diputuskan untuk segera meneruskan ke jenjang pernikahan atau memutuskan untuk mengakhirinya.</p>
<p>Agak janggal memang, bagaimana mungkin ketika cinta sudah memasuki tahap puncak-puncaknya, malah akan diakhirinya ? Sebab hal ini harus dilakukan, oleh karena hubungan sex hanya tinggal menunggu waktu tiba. Inilah yang kami maksud membahayakan. Membahayakan karena irama cinta akan menjadi tak terduga akibatnya. Akibat irama cinta yang sudah pada puncaknya. Pada puncaknya yang tak mungkin irama cinta terus berada di sana. Rentan waktu pastilah menuntun irama cinta untuk segera menuruni puncak yang telah dilaluinya. Dan irama cinta itupun bisa menjadi malapetaka dibuatnya. Malapetaka cinta yang ternyata bisa merubah irama cinta sebelumnya. Sebelumnya, ketika irama cinta belum berada di puncaknya.</p>
<p><em>Nah, ketika irama cinta mulai menurun, maka akan mulai tampak apakah yang sebenarnya terjadi pada cinta mereka. Karena cintakah atau hanya karena hawa nafsu belaka-kah ? Akan tetapi, karena sifat manusia yang memang selalu hanya ingin enak dan menangnya sendiri, maka keberanian menikmati puncaknya cinta sebelum ikatan resmi, sangat berpeluang besar bahwa itulah yang telah menjadi maunya saja. Kalau sudah begitu maunya, maka tidaklah mungkin mampu menjujung tinggi nilai luhur cinta yang memang seharusnya di junjung tinggi itu.</em></p>
<p>Sebab kalau memang mereka ingin menjujung tinggi nilai luhur arti sebuah cinta, tidaklah mungkin mereka melakukannya hanya demi untuk mainan. Logika inipun akan membuktikan, jika mereka melakukannya karena cinta, pastilah puncaknya cinta akan dilakukan setelah mereka resmi menetapkan cintanya. Atau, mereka akan meneruskan cintanya menjadi ketetapan cinta sejatinya (mengutamakan menikah dulu), karena sudah merasa memiliki cinta yang sejati-sejatinya. Dan merekapun akan menikmati puncak cintanya dengan penuh rasa cinta dan tanggung jawabnya.</p>
<p>Bukan sebagai cinta mainan, menghargai murah cinta dengan hawa nafsu-tanpa cinta dan memandang rendah arti cinta yang seharus luhur ini. Sehingga merekapun bak srigala berbulu domba yang tampil seperti dewa cinta, awal mulanya. Dan tentu saja, merekapun tidak akan pernah menempatkan luhurnya cinta, namun hanya hawa nafsu belaka ! Maka ikatan resmi tiada guna bagi mereka, karena memang itu bukan tujuannya. Bukan tujuannya, oleh sebab mereka hanya memburu hawa nafsu belaka dan bukan karena cinta yang sejatinya. Dan kalau sudah mendapatkannya, merekapun berusaha lari dari tanggung jawabnya !</p>
<p><em>Begitulah, kalau nilai luhurnya cinta sudah di hargai serendah-rendahnya. Pastilah berbagai alasan dan kebohongannya akan membuatnya menghindar dari tanggung jawab yang ada. Sebab itu bukan tujuannya ! Dan bagi mereka cintapun dianggap tidak ada apa-apanya ! Terus siapakah yang pantas disalahkan kecuali dirinya sendiri ?</em></p>
<p><img src="http://community.kompas.com/photo/image/1cinta7.jpg" alt="" width="630" height="473" align="middle" /></p>
<p><strong>Tipe cewek yang bisa diharapkan !</strong></p>
<p>Anda boleh percaya boleh tidak, tipe cewek yang baik hanyalah kejujuran dan kerendahan hati yang senyata-nyatanya. Senyata-nyatanya, bukan hanya karena ada maunya atau hanya sementara saja. Ada maunya, karena berharap anda memilihnya. Inilah dua kata ampuh yang harus ada padanya yaitu kejujuran dan kerendahan hatinya.</p>
<p>Tidaklah ada urusan dengan kekayaan, keturunan, jabatan, ketenaran, kecantikan, dan prilaku keyakinan keagamaannya, sekalipun. Sebab semua menjadi tak ada apa-apanya jika ternyata si dia adalah pembohong besar, sombong, congkak, tak tahu diri, dan munafik.</p>
<p>Namun jika anda mampu mendapatkan lebih dari dua kata kunci di atas ( kejujuran dan kerendahan hatinya), kenapa tidak ! Namun yang jelas dua pokok kata kunci tipe cewek yang baik itu harus diutamakan, selanjutnya terserah anda untuk mengusahakannya. Selamat menghadapi hidup untuk hidup !</p>
<p><em>“Sayang&#8230;&#8230;.kapan kamu menikahi aku”</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/348/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/348/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/348/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=348&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/03/14/kapan-kau-akan-menikahiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://community.kompas.com/photo/image/1cinta4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://community.kompas.com/photo/image/1cinta5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://community.kompas.com/photo/image/1cinta6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://community.kompas.com/photo/image/1cinta7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Tidak Salah, Tapi Cinta Kita Salah</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/02/25/cinta-tidak-salah-tapi-cinta-kita-salah/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/02/25/cinta-tidak-salah-tapi-cinta-kita-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 10:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Cinta Tidak Salah, Tapi Cinta Kita Salah Kekasih, hatiku penuh diliputi bermacam rasa, bahagia, senang, sedih, sakit bercampur semua. Rasa bahagia karena kebersamaan kita, bahagia akan cinta yang tumbuh diantara kita. Rasa senang disaat jalan berdua denganmu, walaupun hanya sesaat dalam pelukanmu. Rasa sedih karena harus membohongi suamiku, sedih karena mengkhianati janji perkawinanku. Rasa sakit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=339&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="judulartikeldalam"></div>
<div class="judulartikeldalam"></div>
<div class="judulartikeldalam">Cinta Tidak Salah, Tapi Cinta Kita Salah</div>
<p><em>Kekasih, hatiku penuh diliputi bermacam rasa, bahagia, senang, sedih, sakit bercampur semua. </em></p>
<p><em>Rasa bahagia karena kebersamaan kita, bahagia akan cinta yang tumbuh diantara kita.</em></p>
<p><em>Rasa senang disaat jalan berdua denganmu, walaupun hanya sesaat dalam pelukanmu.</em></p>
<p><em>Rasa sedih karena harus membohongi suamiku, sedih karena mengkhianati janji perkawinanku.</em></p>
<p><em>Rasa sakit karena aku merasa kotor, sakit karena efek dari aneka rasa yang kurasakan bersamaan akhirnya membuatku sakit.</em></p>
<p><img src="http://community.kompas.com/photo/image/1fbdlove1.jpg" alt="" hspace="50" width="500" height="394" align="middle" /></p>
<p>Kekasih, di saat bersamamu, disaat dunia serasa hanya milik kita berdua, disaat kita sedang mereguk nikmatnya asmara, kenikmatan andrenalin yang berpacu, kenikmatan surgawi dibumi, disaat itu tetap terlintas nyeri, terlintas takut akankah semua ini akan cepat berakhir, akankan suamiku ataupun istrimu memergoki, akankah terbongkar rahasia sesat kita ini, akankah, akankah, 100 lagi akankah&#8230;<span id="more-339"></span></p>
<p>Bahkan deringan telepon genggam memberiku sejuta sensasi. Saat di rumah deringan telepon genggamku membuatku kaku, membuatku girang tapi bingung. Ingin ku lontarkan kata-kata termesra yang ada didunia, tapi itu tak mungkin karena ketakutan melandaku. Di saat aku bersamamu, deringan telepon ditelepon genggamku membuatku juga kaku, membuatku takut tapi berusaha tenang. Sehingga dapat melontarkan serangkaian kata-kata bohong busuk untuk suami yang tak tahu apa apa.</p>
<p>Kekasih, di saat aku ada di samping suamiku, bayang bayangmu selalu mengikuti. Wajahmu ada dipiring makanku, dimeja makanku, didalam sayur yang sedang kuaduk, asyik berayun di chandelierku, asyik nongkrong disofa ruang tamu, didalam selimutku, sampai kedalam mimpiku.</p>
<p>Sebelum tidur berkelebat dengan sangat semua hal-hal indah yang sudah kita lakukan. Keindahan kata-kata mesra sewaktu kau mencumbuku, keindahan tatap bening matamu yang menghujam langsung kehatiku, keindahan gerakanmu disaat dirimu memasuki tubuhku, disaat tubuh kita bersama bergerak seirama penuh nafsu.</p>
<p>Tahukah dirimu kekasihku. Suamiku nggak pernah tahu kalau aku selalu mengkhayalkanmu, memfantasikanmu menggantikan suamiku. Disaat dirinya mencumbuku, disaat dirinya memasuki tubuhku, kuberikan senyum cinta karena saat itu ku mengkhayalkan bahwa kau yang melakukan itu padaku kekasihku, bahwa tubuhnya adalah tubuhmu, mata yang kuberikan senyum penuh cinta adalah matamu.</p>
<p>Aku tahu kekasih, dirimupun mengalami hal yang sama denganku. Kita merasakan sensasi semua rasa bersamaan, dan efek dari semua rasa yang bersamaan itu adalah sakit. Sakit yang enak, ah apalah pula ini. Sakit tapi bahagia&#8230;ah lebih kacau lagi.</p>
<p>Mengapa semua ini terjadi, mengapa kita bertemu diwaktu yang salah. Mengapa cinta tumbuh diantara kita. Dan mengapa kita semakin terbenam didalamnya. Semakin terbelit lingkaran dosa.</p>
<p>Cinta tidak salah, tapi cinta kita salah. Cinta itu hal terindah, tapi cinta indah kita salah.</p>
<p>Apakah karena semakin lama umur pernikahan kita masing-masing, membuat kita merasa terjebak didalam rutinitasnya. Didalam kebosanannya sehingga kita kehilangan greget rasa.</p>
<p>Atau apakah karena kumerasa ada yang kurang dalam rumah tanggaku.</p>
<p>Ataukah karena memang pesonamu, daya tarikmu, kebaikanmu, perhatianmu sehingga diriku nyaman dijatuhi cintamu.</p>
<p>Ataukah hanya karena memang cinta. Simply cinta yang tiba-tiba muncul diantara kita berdua. Tanpa embel-embel kenapa dan bagaimana.</p>
<p>Kekasih, sebenarnya diriku pun ingin tahu, apakah yang membuatmu melakukan hal ini bersamaku.</p>
<p>Apakah karena puber keduamu, apakah karena sudah berubahnya wajah istrimu dikarenakan waktu, apakah karena kau mempunyai masalah lain dalam rumah tanggamu yang nggak mau kau ceritakan padaku.</p>
<p>Ataukah hanya karena memang cinta. Simply cinta yang tiba-tiba muncul diantara kita berdua. Tanpa embel-embel kenapa dan bagaimana.</p>
<p><img src="http://community.kompas.com/photo/image/1fbdlove2.jpg" alt="" hspace="50" vspace="20" width="400" height="403" align="right" />Seandainya cinta itu seperti virus flu. Ku takkan merasa seperti ini. Biarlah virus cinta ini akan pergi dengan sendirinya. Menghujam kedalam badanku, membuatku panas dingin, tapi sesaat kemudian berlalu. Tanpa meninggalkan kesan terkadang malah tanpa kusadari.</p>
<p>Tapi rupanya cinta itu sejenis virus HIV. Datang pelan tak kusadari, tiba-tiba sudah didalam tubuhku berakar kesana kemari. Sekali ada susah untuk diobati.<br />
Cinta tidak salah, tapi cinta kita salah. Cinta itu hal terindah, tapi cinta indah kita salah.</p>
<p>Duh kekasih sampai kapan kita harus begini, sampai kapan keruwetan rasa ini akan kita hadapi, sampai kapan kebahagiaan semu yang menyakitkan ini kita jalani.<br />
Apakah yang harus kita lakukan kekasih? apakah kita akan terus begini? apakah kebahagian diatas penipuan ini akan abadi?</p>
<p>Kubelum menemukan jawabannya sampai saat ini. Ini yang membuatku uring-uringan tak terperi. Membuatku duduk tapi serasa berdiri.</p>
<p><strong>Note : </strong></p>
<p><em>Sepenggal coretan diatas saya tujukan khusus buat salah satu teman yang lagi bingung kesamber asmara (untung nggak kesamber geledek hehe..). Neng guelis sadar neng sadar&#8230; ayo back to reality. Atau mungkin harus disabetin daun kelor, kali aja kesambet jin cinta nih. Diriku nggak bisa ngasih solusi, sekiranya dirimu yang akan memutuskannya sendiri.</em></p>
<p><em>Dan juga cerita diatas saya tujukan buat kokiers yang sedang asyik berselingkuh. Selingkuh itu indah (sebelum ketahuan maksudnya) jadi pikirkan 3, 15, 27, 209 kali sebelum terlanjur kecebur didalamnya. Dan juga buat kokiers lain yang belum berselingkuh. Semoga nggak malahan jadi ngikut berselingkuh. Semoga dan semoga. </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=339&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/02/25/cinta-tidak-salah-tapi-cinta-kita-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://community.kompas.com/photo/image/1fbdlove1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://community.kompas.com/photo/image/1fbdlove2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah Cinta Itu Buta?</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/02/25/benarkah-cinta-itu-buta/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/02/25/benarkah-cinta-itu-buta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 03:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Jatuh cinta berjuta indahnya. Biar siang, biar malam terbayang wajahnya. Jatuh cinta berjuta indahnya. Biar putih, biar hitam manislah namapaknya Dia jauh, aku cemas tapi hati rindu Dia dekat Dia dekat aku senang tapi salah tingkah Dia aktif aku pura-pura jual mahal Dia diam aku cari perhatian Oh repotnya Tertawa, menangis karena jatuh cinta Oh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=333&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jatuh cinta berjuta indahnya. Biar siang, biar malam terbayang wajahnya.<br />
Jatuh cinta berjuta indahnya.  Biar putih, biar hitam manislah namapaknya<br />
Dia jauh, aku cemas tapi hati rindu<br />
Dia dekat Dia dekat aku senang tapi salah tingkah<br />
Dia aktif aku pura-pura jual mahal<br />
Dia diam aku cari perhatian<br />
Oh repotnya<br />
Tertawa, menangis karena jatuh cinta<br />
Oh asyiknya</p>
<p>Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, saya sering membaca buku cerita karangan H.C Andersen. Dimana sang Putri akhirnya selalu hidup berbahagia selamanya dengan sang Pangeran. Tidak ada cerita dimana kedua belah pihak harus saling bertoleransi dan berjuang bahu membahu untuk mempertahan rumah tangga dan menjaga perasaan cinta agar tetap menyala.</p>
<p>Setelah menginjak masa remaja saya baru menyadari cinta itu sesuatu yang bisa bikin hidup saya rumit. Ya, seperti lagunya Jatuh Cinta yang dipopulerkan oleh<img src="http://community.kompas.com/photo/image/1blind1.jpg" alt="" hspace="50" vspace="20" width="400" height="266" align="right" /> Eddy Silitonga. Seperti waktu saya jatuh cinta dengan seseorang diawal usia remaja saya, eh dia nya ga punya perasaan yang sama. Reffott&#8230;..:-)</p>
<p>Seringkali saya melihat orang yang jatuh cinta, seringkali akal sehatnya jadi kaya sambungan listrik  di Medan&#8230;.byar prêt . Akal sehatnya ga lancar tertutup karena cinta.</p>
<p>Minggu lalu saya baru ngobrol dengan seorang teman lama yang sudah empat tahun ini menduda. Dia menanyakan bagaimana kehidupan pernikahan saya dan apakah saya benar-benar berbahagia dengan pernikahan saya atau kami masih tetap bersama karena alasan lain. Saya jawab bahwa dalam hidup saya membuat cukup banyak keputusan yang ga tepat, tapi saya bersyukur bahwa dalam memilih suami, saya telah mengambil keputusan yang baik.<span id="more-333"></span></p>
<p>Waktu teman lama saya ini mengabarkan berita bahwa dia dan istrinya (yang juga saya kenal) memutuskan untuk berpisah, saya tidak kaget. Karena diawal hubungan mereka saya sering mendengar keluh kesah teman lama saya ini mengenai istrinya yang senang menghabiskan uang untuk shopping dan telpon international (waktu itu belum ada internet) dan juga cemburuan luar biasa. Waktu itu saya hanya bilang, “Istrimu itu meninggalkan keluarganya ke negara asing untuk menemanimu. Dia juga sekarang sedang hamil anak mu yang pertama. Sabar lah. Mungkin ini bawaan hamil dan karena ini adalah tahun pertama dia berada dinegara asing jauh dari orang-tuanya.” (Dia memutuskan menikahi sang wanita, karena sang wanita sudah mengandung anaknya dan walaupun mereka sama-sama orang kulit putih mereka tidak mau anak tersebut lahir dari status diluar nikah)</p>
<p>Nah kembali kepercakapan saya minggu lalu dengan teman lama ini, dia bilang dia rindu untuk dapatkan seorang wanita yang bisa mendampingi dia sebagai istrinya, tapi koq kayanya susah banget. Dia bilang dia merasa kesepian tinggal sendirian dirumah besar dengan segala fasilitas dan hanya ditemani seekor anjing saja (anak-anak nya tinggal bersama mantan istrinya dan hanya akhir pekan, anak-anaknya ini mengunjungi dia).</p>
<p>Dia bilang mengetahui ada pasangan seperti orang-tua saya yang menikah dan tetap saling mengasihi sampai maut menjemput salah satu diantara mereka dan juga mengetahui bahwa saya dan suami memang masih terikat dalam pernikahan karena kami memang mengasihi satu sama lain, memberi dia sedikit pengharapan. Saya bilang kepada dia, “Kalau Tuhan sanggup kasih suami yang menjadi berkat dalam kehidupan saya kepada seseorang yang seperti saya, Tuhan sanggup memberi apa yang kamu seorang istri seperti yang kamu harapkan.” Dia meledak tertawa (kita teman lama dan tidak pernah ada perasaan cinta dan sejenisnya, jadi kalau kita bicara ya seadanya. Ga ada jaim-jaiman). Sebelum kita menutup percakapan kita, dia  bilang, “Please keep praying for me.”</p>
<p><strong>Ini ada beberapa rambu yang tetap harus diperhatikan walaupun kita lagi benar-benar jatuh cinta dengan seseorang (kalau ada yang mau menambahin, silahkan di koko ya. Kala ga sependapat, ya sah-sah saja? ):</strong><img src="http://community.kompas.com/photo/image/1blind2.jpg" alt="" hspace="50" vspace="20" width="400" height="300" align="right" /></p>
<p><strong>1. Pacarku ganteng luar biasa/cantik luar biasa/seksi luar biasa.</strong></p>
<p>Mempertahankan hubungan apalagi kalau sudah menikah tidak bisa hanya didasarkan dari penampilan fisik semata. Semua orang akan tua (walaupun proses penuaan bisa diperlambat). Tapi, kalau hubungan hanya didasarkan oleh keindahan rupa, bakalan reffffooot. Contohnya teman saya diatas yang bertemu dengan mantan istrinya dikolam renang disuatu resor. Dia bilang begitu dia melihat istrinya keluar dari kolam renang memakai bikini, dia langsung bilang ke dirinya: “ That girl is very hot. I must get her address.”</p>
<p>Keindahan raga bukan jaminan sebuah pernikahan akan bahagia dan langgeng. Eitts, tapi bukan berarti kalau sudah menikah ga usah memperhatikan kebugaran dan kebersihan fisik lho.</p>
<p><strong>2. Kita yang lebih mengasihi pasangan kita.</strong></p>
<p>Kalau pasangan menunjukkan gejala cuek banget dan segala sesuatu selalu inisiatif dari kita, ah mending bubar aja. Jangan buang waktu. Suatu hubungan yang sehat itu akan saling memberi dan menerima. Bukan satu pihak memberi terus dan yang lain hanya menerima dan tidak mau memberi. Akan nada suatu titik dimana pihak yang selalu memberi akan merasa jenuh.</p>
<p><strong>3. Kita jatuh cinta dengan seseorang dengan melihat potensi yang ada didalam dirinya.</strong></p>
<p>Misalnya dia orangnya penampilannya berantakan dan kurang menjaga kebersihan diri, tapi punya otak yang luar biasa cemerlang. Kita jadian dengan dia dengan harapan kita bisa mengubah dia seperti yang kita inginkan. Iya kalau dia mau berkompromi dan berubah dengan ikhlas. Tapi, kalau dia tidak mau, lha apa kita ga akan kecewa nantinya?</p>
<p><strong>4. Jatuh cinta dengan seseorang yang sebenarnya tidak available (sedang pacaran dengan seseorang lain/sudah resmi menikah dengan orang lain/sudah tinggal bersama dengan seseorang lain).</strong></p>
<p>Mengikatkan diri kepada seseorang yang tidak available, menurut saya hanya cari tambahan masalah. Kenapa ga bikin hidup sederhana? Kalau dia selingkuh, apa ga kuatir dikemudian hari dia juga menyelingkuhi kita? Ga usah dengerin rayuan pulau kelapanya. Saya sarankan. ambil langkah seribu begitu tipe seperti ini mendekat.</p>
<p><strong>5. Perhatikan cara dia mengelola keuangan pada saat masa penjajakan.</strong></p>
<p>Saya kenal beberapa suami yang terpaksa menanggung akibat dari istri-istrinya yang hobiiii banget belanja. Satu diantaranya terpaksa jual rumah dan pindah ke rumah yang lebih kecil karena sang pacar yang kemudian jadi istri ternyata punya hutang kartu kredit yang besar sekali. Baru sadar setelah beberapa bulan menikah. Si istri hanya bisa membayar jumlah minimum kartu kredit-kartu kreditnya. Ada juga sang suami yang tergila-gila dengan judi. Pada saat pacaran sebetulnya sang istri sudah tahu, tapi tetap menikahi dengan harapan bisa mengubah prilaku suaminya.</p>
<p>Ada juga kasus dimana sang suami/istri peliiiiitnya kelewatan. Ini juga bisa dideteksi pada saat pacaran. Masa istrinya pinjam Rp. 10,000 perak aja sampai ditagih-tagih. Padahal penghasilan sang suami besar dan kadang-kadang kalau lagi ga ada uang tunai didompetnya, dia juga menggunakan uang istrinya dan sang istri tidak menagih.</p>
<p>Hati-hati juga dengan seseorang yang ingin memacari (menikahi)  karena ingin jadi benalu. Sekarang sih bukan cuma cewek yang matre, cowok juga banyak yang matre. Seperti yang pernah saya tulis di koko mengenai seorang suami pengecut yang akhirnya memaksa sang istri untuk menanda-tangani surat cerai, karena dia punya WIL yang lebih tua dari sang pria ini, tapi keluarga sang wanita kaya-raya. Punya properti dikawasan elit di Amerika dan Singapura.  Adik sang WIL ini juga mengalami keterbelakangan mental, jadi sang pria pasti akan menjadi penerus bisnis keluarga WIL nya ini.</p>
<p>Salah satu teman saya yang memang dari keluarga berada punya anak yang cantik dan pintar. Teman saya ini ingin sekali agar anaknya cepat menikah.  Tapi, sang anak berkata, “Buat apa menikah hanya untuk status, Ma. Saya ga mau punya suami yang hanya ingin numpang hidup dari keluarga kita.”</p>
<p>Ada juga suami yang bilang begini kepada istrinya, “ Kamu ambil banyak kerja lembur  dong. Soalnya aku kepengen beli TV plasma yang lebih besar. Ada juga yang bilang begini kepasangannya: “Say, nanti bonus tahunan mu buat aku ya. Aku mau ganti mobil nih.”</p>
<p><strong>6. Keluarga pasangan.</strong></p>
<p>Diskusikan apakah pasangan kita diharapkan untuk membantu secara finansial kepada keluarganya walaupun nanti status dia sudah menikah. Jika ya, seberapa besar yang anda dan pasangan bersedia untuk alokasikan.</p>
<p>Juga mengenai kebudayaan dari keluarga pasangan. Apakah anda dan pasangan diharapkan untuk membuka pintu rumah setiap saat bagi anggota keluarga dia untuk berkunjung. Kalau salah satu dari anda ga terbiasa dengan hal ini, ini juga bisa menimbulkan masalah karena seringnya anggota keluarga pasangan yang tiba-tiba muncul bertandang kerumah anda dan pasangan. Atau scenario yang  yang lebih buruk: satu persatu anggota keluarga pasangan berkunjung dan menginap dan  mengharapkan anda dan pasangan menjadi supir dan bank/mesin ATM  buat mereka selama mereka berkunjung.</p>
<p>Perlu dibicarakan sebelum menikah:</p>
<p>* Apakah anda dan pasangan akan membuat rekening bersama yang dipotong dari gaji masing-masing.<br />
* Apa yang menjadi tanggung-jawab suami dan apa yang menjadi tanggung-jawab istri.<br />
* Jika sang istri kemudian hari memutuskan untuk menjadi ibu rumah-tangga sepenuh waktu, apakah sang suami bersedia dan iklas menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Begitu juga sebaliknya, jika suatu waktu sang suami meminta sang istri untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga sepenuh waktu, apakah sang istri ikhlas melepaskan karirnya.<br />
* Apakah kehadiran anak suatu hal yang mutlak atau tidak.</p>
<p><strong>7. Pasangan yang senang sekali tebar pesona(boleh dibaca: genit dengan lawan jenis lain.</strong><img src="http://community.kompas.com/photo/image/1blind3.jpg" alt="" hspace="50" vspace="20" width="338" height="505" align="right" /></p>
<p>Biasanya sih orang yang seperti ini didalam jiwanya mengalami krisis percaya diri/minder). Ah, kalau yang jenis ini bagi saya, lebih baik ga usah dijadiin pacar. Bakalan cari penyakit. Dari pada nanti harus nyanyi, “ Susah juga ternyata punya pacar bermata liar, dsb, dsb”, lebih baik ambil langkah seribu dari tipe ini.</p>
<p><strong>8. Pasangan yang suka mempermalukan/menyakiti kita baik melalui kata-kata apalagi secara fisik.</strong></p>
<p>Langsung putusin aja sebelum perasaan terlampau dalam.</p>
<p><strong>9. Tidak ada pasangan yang 100% sempurna. Harus mau saling toleransi dan saling memaafkan. Manage your expectation.</strong></p>
<p>Nah kalo sudah menikah jangan berpikir bahwa menikah tiap hari tujuh  hari seminggu segala sesuatu akan lancar dan selalu penuh dengan “I Love You” setiap detiknya. Pernikahan perlu banyak usaha dari kedua-belah pihak agar tetap langgeng. Hal-hal kecil jangan dianggap sepele. Misalnya pergi berduaan walau sudah punya anak; mengucapkan terima kasih kepada pasangan; amati apa yang pasangan kita sukai dan lakukan hal tersebut untuk memberkati dia, dsb.</p>
<p><strong>10. Perbedaan usia yang terlalu jauh, misalnya 20 tahun lebih.</strong></p>
<p>Kenapa? Karena minat dan ekspektasi seseorang akan pasangannya akan berbeda-beda berdasarkan usia. Kalau yang satu masih suka jalan/dugem/ dan yang satu sudah tidak mampu lagi fisiknya untuk keluar malam, kan repot. Tapi, kalau memang bersedia untuk menerima hal ini, ya jalanin saja.</p>
<p>Tulisan ini bukan untuk menceramahi siapapun.  Memilih pasangan hidup adalah salah satu keputusan yang sangat amat penting dalam kehidupan kita dan saya berharap teman-teman dapat memilih seseorang yang berkomitmen untuk menjadikan pernikahan tersebut sukses.</p>
<p><strong><em>Buat teman-teman yang punya rambu-rambu lain yang harus diperhatikan bagi mereka yang masih belum menikah dalam mencari pasangan, tolong sumbang saran nya di Koko ya. Supaya bisa jadi pertimbangan buat teman-teman kita sebelum mereka memutuskan untuk menikah.</em></strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/333/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/333/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/333/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=333&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/02/25/benarkah-cinta-itu-buta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://community.kompas.com/photo/image/1blind1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://community.kompas.com/photo/image/1blind2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://community.kompas.com/photo/image/1blind3.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Dengan Cinta Tak Ada Kata tak Mungkin</title>
		<link>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/02/22/dengan-cinta-tak-ada-kata-tak-mungkin/</link>
		<comments>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/02/22/dengan-cinta-tak-ada-kata-tak-mungkin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 07:39:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>piepietvieda</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[jatuh cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://piepietvieda.wordpress.com/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang yang pernah merasakannya virus ini, pasti tidak pernah menyangka akan sakit yang dirasa. Virus yang bisa menggerogoti hati. Seseorang dapat merasa berada dalam neraka bahkan surga. Kadangkadang ada juga yang merasa berada diantaranya, entah apa yang terjadi dengan jiwajiwa yang terserang virus ini. Mereka bisa tertawa dan bisa menangis bahkan menghabisi nyawa sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=326&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-325 aligncenter" title="2" src="http://piepietvieda.files.wordpress.com/2009/02/2.jpg?w=630&#038;h=300" alt="2" width="630" height="300" /></p>
<p style="text-align:center;">Setiap orang yang pernah merasakannya virus ini, pasti tidak pernah<br />
menyangka akan sakit yang dirasa. Virus yang bisa menggerogoti hati.<br />
Seseorang dapat merasa berada dalam neraka bahkan surga.<br />
Kadangkadang ada juga yang merasa berada diantaranya,<br />
entah apa yang terjadi dengan jiwajiwa yang terserang virus ini.<span id="more-326"></span></p>
<p style="text-align:center;">Mereka bisa tertawa dan bisa menangis bahkan menghabisi nyawa<br />
sendiri dan juga orang lain. Kadang kita sering berpikir apakah virus ini<br />
begitu dasyat? Jawabannya ada dalam hati kita semua masingmasing.<br />
Bagaimana kita semua pernah dan akan terserang dan digerogoti perlahan<br />
sampai akhir hayat oleh virus ini.</p>
<p style="text-align:center;">Ada yang menyerah dan ada yang bersabar<br />
ada juga yang tegar menghadapi segala cobaan&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Dimanakah kalian berpijak?</p>
<p style="text-align:center;">Terkadang aku hanya bisa tersenyum melihat mereka yang terjangkit virus ini,<br />
bahkan kadang aku juga menangis melihatnya&#8230;hingga kadang aku juga terpana<br />
melihat begitu dasyat perubahan yang dibuat oleh virus ini terhadap individu<br />
di dunia nyata&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">Sedangkan aku hanya sebagai penikmat virusvirus yang ada di muka bumi<br />
dan tetap bersabar menghadapi segala sakit dan cemooh orangorang diluar sana<br />
Tersenyumlah&#8230;karna senyum itu GRATIS dan kadang mengobati hati orang lain<br />
juga hati yang sedang lelah terserang virus CINTA.</p>
<p style="text-align:center;">Sampai kapankah dapat bertahan?<br />
Jika ada yang bertanya&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">maka aku akan menjawab&#8230;</p>
<p style="text-align:center;">&#8230;selamanya&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/piepietvieda.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/piepietvieda.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/piepietvieda.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/piepietvieda.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/piepietvieda.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/piepietvieda.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/piepietvieda.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/piepietvieda.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/piepietvieda.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/piepietvieda.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/piepietvieda.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/piepietvieda.wordpress.com/326/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/piepietvieda.wordpress.com/326/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/piepietvieda.wordpress.com/326/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=piepietvieda.wordpress.com&amp;blog=4468177&amp;post=326&amp;subd=piepietvieda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://piepietvieda.wordpress.com/2009/02/22/dengan-cinta-tak-ada-kata-tak-mungkin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/38094b5f486ce5f1b4b8f79739361897?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">piepietvieda</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://piepietvieda.files.wordpress.com/2009/02/2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
