Piepietvieda’s Weblog

25 Februari 2009

Cinta Tidak Salah, Tapi Cinta Kita Salah

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — piepietvieda @ 10:05 am
Tags: , , ,
Cinta Tidak Salah, Tapi Cinta Kita Salah

Kekasih, hatiku penuh diliputi bermacam rasa, bahagia, senang, sedih, sakit bercampur semua.

Rasa bahagia karena kebersamaan kita, bahagia akan cinta yang tumbuh diantara kita.

Rasa senang disaat jalan berdua denganmu, walaupun hanya sesaat dalam pelukanmu.

Rasa sedih karena harus membohongi suamiku, sedih karena mengkhianati janji perkawinanku.

Rasa sakit karena aku merasa kotor, sakit karena efek dari aneka rasa yang kurasakan bersamaan akhirnya membuatku sakit.

Kekasih, di saat bersamamu, disaat dunia serasa hanya milik kita berdua, disaat kita sedang mereguk nikmatnya asmara, kenikmatan andrenalin yang berpacu, kenikmatan surgawi dibumi, disaat itu tetap terlintas nyeri, terlintas takut akankah semua ini akan cepat berakhir, akankan suamiku ataupun istrimu memergoki, akankah terbongkar rahasia sesat kita ini, akankah, akankah, 100 lagi akankah… (lagi…)

Benarkah Cinta Itu Buta?

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — piepietvieda @ 3:02 am
Tags: , , ,

Jatuh cinta berjuta indahnya. Biar siang, biar malam terbayang wajahnya.
Jatuh cinta berjuta indahnya. Biar putih, biar hitam manislah namapaknya
Dia jauh, aku cemas tapi hati rindu
Dia dekat Dia dekat aku senang tapi salah tingkah
Dia aktif aku pura-pura jual mahal
Dia diam aku cari perhatian
Oh repotnya
Tertawa, menangis karena jatuh cinta
Oh asyiknya

Waktu saya masih duduk di sekolah dasar, saya sering membaca buku cerita karangan H.C Andersen. Dimana sang Putri akhirnya selalu hidup berbahagia selamanya dengan sang Pangeran. Tidak ada cerita dimana kedua belah pihak harus saling bertoleransi dan berjuang bahu membahu untuk mempertahan rumah tangga dan menjaga perasaan cinta agar tetap menyala.

Setelah menginjak masa remaja saya baru menyadari cinta itu sesuatu yang bisa bikin hidup saya rumit. Ya, seperti lagunya Jatuh Cinta yang dipopulerkan oleh Eddy Silitonga. Seperti waktu saya jatuh cinta dengan seseorang diawal usia remaja saya, eh dia nya ga punya perasaan yang sama. Reffott…..:-)

Seringkali saya melihat orang yang jatuh cinta, seringkali akal sehatnya jadi kaya sambungan listrik di Medan….byar prêt . Akal sehatnya ga lancar tertutup karena cinta.

Minggu lalu saya baru ngobrol dengan seorang teman lama yang sudah empat tahun ini menduda. Dia menanyakan bagaimana kehidupan pernikahan saya dan apakah saya benar-benar berbahagia dengan pernikahan saya atau kami masih tetap bersama karena alasan lain. Saya jawab bahwa dalam hidup saya membuat cukup banyak keputusan yang ga tepat, tapi saya bersyukur bahwa dalam memilih suami, saya telah mengambil keputusan yang baik. (lagi…)

Blog pada WordPress.com.