
Sebutkan satu hal dari berjuta persoalan di dunia, yang paling memeras waktu serta perhatian, tapi apabila satu hal itu terpenuhi, entah kenapa seolah-olah hidup menjadi terasa sangat lengkap dan seakan-akan hidup menjadi berisi? Satu hal itu memiliki sebutan yang kita kenal dengan nama cinta. Seorang jenius seperti Einstein pun pernah berkata, “You can’t blame gravity for falling in love.”
Entah apa yang dimiliki cinta itu, mengapa kehadirannya begitu dinanti oleh mereka yang menjalani hari cenderung dengan kekosongan di dalamnya dan mengapa saat ia hilang, seringkali mendera mereka yang sempat memilikinya. Lalu, mengapa juga mereka yang telah mendapatkannya, seperti acuh dan tak menghargainya sampai pada masa di mana cinta itu benar-benar lenyap. Persoalan mengenai cinta tak ada habisnya. Hers masih ingat seorang sahabat pernah menyebutkan, bahwa percuma mencari penjelasan tentang cinta lewat jalan logika, karena secara harafiah cinta itu hadir hanya untuk di rasa bukan untuk dimengerti maknanya lewat pemikiran sarat teoritis. Benarkah begitu? Entahlah, Anda semua pasti memiliki pendapat masing-masing mengenai pernyataan itu. (lagi…)